Menyempurnakan
diri memang tidak akan pernah mungkin.
Kesempatan untuk bisa merasakan kebahagiaan yang sangat lama juga
merupakan sesuatu yang tak akan Tuhan berikan. Sampai Tuhan merasa kita harus
diuji dan dicukupkan kebahagiaan. Keadilan Tuhan yang lebih berhak untuk bicara
Tuhan,
saat ini aku masih menjaga kebahagiaan itu. Walau aku tau, kebahagiaan disisi
yang mana yang saat ini belum aku rasakan dan sangat ingin aku rasakan. Tuhan
pasti sering melihatku, dan mengetahui apa yang sering aku lakukan, aku
fikirkan bahkan yang tak pernah aku utarakan. Aku tak pernah bisa mengatakan
tidak walau itu merebut kebahagiaan yang sudah sangat aku nantikan. Dari setiap
senyuman yang aku torehkan aku anggap sebagai berkahMu untuk kebahagiaanku.
Namun ketika senyuman itu hanya sebagai pengganti dari apa yang aku relakan dan
bukan jadi kebahagiaanku, aku merasa seperti ada permainan. Sekali lagi,kata
“tidak” masih tak berpihak padaku.
Senandung
dilemma luar biasa ini terus mengalun, Tuhan.. Engkau pasti mendengarnya dengan
sangat jelas dan seperti tanpa henti. Dan aku yang membuatnya terus mengalun,
tak punya cara untuk menghentikannya. Kadang, ketika aku dihadapkan pada satu
paket perdebatan antara otak dan hati, aku tak mengerti bagaimana cara membagi
rata pemahaman itu agar keduanya tak saling berselisih. Kata “tidak” itu
seperti tertahan dan sangat berat.
every
single day I’m breathing,
0 komentar:
Posting Komentar