sudah jalan sejauh ini, kenapa harus mengungkit hal yang tidak perlu. aku salah terlalu sering membahasnya. Tuhan, aku yang salah. seseorang berhak marah padaku. jangan biarkan lagi aku terlalu membukanya. semuanya seperti tidak ada lagi batasan. dia, belum, bahkan mungkin bukan orang yang pantas untuk tau semuanya. apa yang membuatnya begitu ingin tau., jelas aku lagi yang harus mengakui ini semua salahku?
selalu terbesit pertanyaan kenapa, dan bagaimana...
kesekian kalinya membahas ini. tak berujung, tak ada titik temu. memang, satu detik yang akan datang adalah sebuah misteri... tapi aku terlalu ingin tahu untuk bisa menemukannya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar