pernah kau menginjakkan kaki di dunia yang berbeda? kau tau tempat itu sangat menyeramkan dan membahayakan dirimu. tapi kakimu tetap melangkah kesana. bukan lagi rasa takut yang kau hiraukan, melainkan semata hanya untuk memuaskan rasa penasaranmu.
aku? ya aku pernah melakukannya. tempat itu, dihuni oleh banyak sekali orang. bukan visualisasi dari ruangan gelap sunyi yang menyeruak. tempat itu, layaknya sebuah tempat biasa. tak ada yang berbeda, hanya saja ada suatu hal yang sangat membuatku asing beradaditempat itu. tapi di satu sisi aku menyukainya. aku suka berlama-lama disana dan berinteraksi dengan beberapa orang yang memang aku anggap baik. terkadang memang aku merasakan adanya bahaya jika terlalu sering mendatangi tempat itu
tapi kau tau? ketika aku berniat meninggalkannya disana ada rasa berat hati
Selasa, 03 Desember 2013
Kamis, 03 Oktober 2013
re-tell
sudah jalan sejauh ini, kenapa harus mengungkit hal yang tidak perlu. aku salah terlalu sering membahasnya. Tuhan, aku yang salah. seseorang berhak marah padaku. jangan biarkan lagi aku terlalu membukanya. semuanya seperti tidak ada lagi batasan. dia, belum, bahkan mungkin bukan orang yang pantas untuk tau semuanya. apa yang membuatnya begitu ingin tau., jelas aku lagi yang harus mengakui ini semua salahku?
selalu terbesit pertanyaan kenapa, dan bagaimana...
kesekian kalinya membahas ini. tak berujung, tak ada titik temu. memang, satu detik yang akan datang adalah sebuah misteri... tapi aku terlalu ingin tahu untuk bisa menemukannya
selalu terbesit pertanyaan kenapa, dan bagaimana...
kesekian kalinya membahas ini. tak berujung, tak ada titik temu. memang, satu detik yang akan datang adalah sebuah misteri... tapi aku terlalu ingin tahu untuk bisa menemukannya
Selasa, 01 Oktober 2013
Sudut Kebahagiaan?
bicara tentang bahagia, gak akan pernah habis perkara. hidup emang selalu 2 pilihan, dan itu mutlak. mau mudah sulit, jauh dekat, baik buruk... termasuk bahagia. menurut gue bahagia itu gak ada takarannya. ya pilihannya lagi-lagi cuma 2, lo mau bahagia atau enggak. gak pake embel-embel "bisa jadi bahagia"
sudut kebahagiaan gue itu, ketika gue enjoy dengan semua yang Tuhan berikan. mau itu susah maupun senang. gak mudah membuat semuanya jadi terlihat ringan dan menyenangkan. ya orang lain tau apa dengan kebahagiaan yang kita sendiri jalanin.
kita juga gak berhak menilai jelas kebahagiaan orang lain
yang penting fokus sama kebahagiaan kita sendiri, dan jangan lupa untuk membaginya :)
sudut kebahagiaan gue itu, ketika gue enjoy dengan semua yang Tuhan berikan. mau itu susah maupun senang. gak mudah membuat semuanya jadi terlihat ringan dan menyenangkan. ya orang lain tau apa dengan kebahagiaan yang kita sendiri jalanin.
kita juga gak berhak menilai jelas kebahagiaan orang lain
yang penting fokus sama kebahagiaan kita sendiri, dan jangan lupa untuk membaginya :)
tebak-tebakkan
sebenarnya bukan "kita yang main tebak-tebakkan" tapi *nunjuk diri sendiri*
gak ada sanksi sebenernya kalau tebakkan itu salah. ketika menebak dan terjawab sudah tebakkan itu... benar atau enggak ya tetep feelnya main tebak-tebakkan itu.. ya begitu *ah apa sh kuk*
sensasi penasarannya itu yang bikin gerah *ini gak sampe adegan iklan kipas angin kok*
jadi nunggu jawaban dan berfikir main tebak-tebakkan ini berasa ikut kuis yang hadiahnya liburan sebulan gitu ke Paris hahahaha *aduh ini jadi berlebihan banget*
balik ke tebak-tebakkan... tau jawaban meleset jauh. nyenggol aja enggak men...
galau? hampir hahahaha. mungkin ketika bersiap untuk berjingkak, tangan berasa digigit batman-,-
ya begitulah kalo over confidence, makanya Tuhan memperingatkan agar hidup kita itu pas, seimbang. gak kurang, gak berlebihan juga
gak ada sanksi sebenernya kalau tebakkan itu salah. ketika menebak dan terjawab sudah tebakkan itu... benar atau enggak ya tetep feelnya main tebak-tebakkan itu.. ya begitu *ah apa sh kuk*
sensasi penasarannya itu yang bikin gerah *ini gak sampe adegan iklan kipas angin kok*
jadi nunggu jawaban dan berfikir main tebak-tebakkan ini berasa ikut kuis yang hadiahnya liburan sebulan gitu ke Paris hahahaha *aduh ini jadi berlebihan banget*
balik ke tebak-tebakkan... tau jawaban meleset jauh. nyenggol aja enggak men...
galau? hampir hahahaha. mungkin ketika bersiap untuk berjingkak, tangan berasa digigit batman-,-
ya begitulah kalo over confidence, makanya Tuhan memperingatkan agar hidup kita itu pas, seimbang. gak kurang, gak berlebihan juga
Senin, 30 September 2013
(abaikan)
menemukan kenyamanan itu pasti sangat menyenangkan. menjalankan segala sesuatunya dengan hati yang ikhlas, dan tentunya akan maksimal. tapi seberapa sulit menemukan kenyamanan itu?
kadang seperti tidak bisa memahami diri sendiri disaat tidak bisa menemukan kenyamanan itu
yang lebih tidak bisa diterima adalah, lingkungan sekitar bisa menerima diri kita yang sebenarnya dalam posisi ketidaknyamanan.
kadang seperti tidak bisa memahami diri sendiri disaat tidak bisa menemukan kenyamanan itu
yang lebih tidak bisa diterima adalah, lingkungan sekitar bisa menerima diri kita yang sebenarnya dalam posisi ketidaknyamanan.
Just Say “don’t”
Menyempurnakan
diri memang tidak akan pernah mungkin.
Kesempatan untuk bisa merasakan kebahagiaan yang sangat lama juga
merupakan sesuatu yang tak akan Tuhan berikan. Sampai Tuhan merasa kita harus
diuji dan dicukupkan kebahagiaan. Keadilan Tuhan yang lebih berhak untuk bicara
Tuhan,
saat ini aku masih menjaga kebahagiaan itu. Walau aku tau, kebahagiaan disisi
yang mana yang saat ini belum aku rasakan dan sangat ingin aku rasakan. Tuhan
pasti sering melihatku, dan mengetahui apa yang sering aku lakukan, aku
fikirkan bahkan yang tak pernah aku utarakan. Aku tak pernah bisa mengatakan
tidak walau itu merebut kebahagiaan yang sudah sangat aku nantikan. Dari setiap
senyuman yang aku torehkan aku anggap sebagai berkahMu untuk kebahagiaanku.
Namun ketika senyuman itu hanya sebagai pengganti dari apa yang aku relakan dan
bukan jadi kebahagiaanku, aku merasa seperti ada permainan. Sekali lagi,kata
“tidak” masih tak berpihak padaku.
Senandung
dilemma luar biasa ini terus mengalun, Tuhan.. Engkau pasti mendengarnya dengan
sangat jelas dan seperti tanpa henti. Dan aku yang membuatnya terus mengalun,
tak punya cara untuk menghentikannya. Kadang, ketika aku dihadapkan pada satu
paket perdebatan antara otak dan hati, aku tak mengerti bagaimana cara membagi
rata pemahaman itu agar keduanya tak saling berselisih. Kata “tidak” itu
seperti tertahan dan sangat berat.
every
single day I’m breathing,
Selasa, 22 Januari 2013
Hi, Eiffel..
How
are you? Of course you always look so beautiful.
I
save your invitation that you send for me, mm.. special for me right?? It save in my heart.
I
really wanna see you someday, and I believe it. And it must, I don’t care about
anything happens.
I
started it with dream, and believe. And I’ll
make it real with pray, studyhard, hardwork, and of course spend my
money.
And
I’ll bring my love, someone to see you. You know, who’s love me and I love him. But now, I
don’t know who. I can’t believing someone for now
Eiffel..
can you tell me, the meaning of love and
loving?
Selasa, 15 Januari 2013
Fatamorgana(kah)?
Aku melihatnya, tapi entah itu nyata atau tidak. Tangan ini tak sampai untuk merengkuhnya
Sebuah ilusikah? Atau memang itu benar-benar ada. Aku tak bisa menguasai diriku sendiri. Menahan untuk tidak peduli dengan apa yang aku lihat. Mata dan hati ini ingin sekali mengetahuinya, secara pasti.
Jika itu hanyalah sebuah fatamorgana ditengah realita kehidupanku, biarkan aku menganggapnya lalu. Namun, jika itu benar adanya Tuhan, izinkan aku untuk merasakannya jauh didalam diriku sendiri.
Aku terpaku, masih mencari, ternyata Tuhan belum memberikanku sebuah jawaban pasti. Aku terluka dengan fatamorganaku sendiri, apa aku hanya membual?
Mulutku berkata tidak menginginkannya, aku ingin membentenginya. Tapi jauh didalam aku sungguh ingin mengetahuinya. Tuhan?? Fatamorganakah? Aku sendiri seperti seorang kehausan ditengah gurun pasir. Fikiranku hanya memberikan angan-angan tak jelas tentang segala yang aku ingini saat ini.
Senin, 14 Januari 2013
That Time
ya.. aku sudah menanyakannya. langsung dengan yang bersangkutan.
agak sedikit kecewa dengan sikapnya yang menurutku terlalu menyepelekan.
tapi aku anggap itu sebuah proses. kalo aku ingin dipahami, aku harus bisa memahaminya terlebih dahulu.
aku harus bisa, karena aku juga tak mau mengganggu privasinya.
Langganan:
Komentar (Atom)



