Selasa, 25 Desember 2012

Diposting oleh Unknown di 21.44 0 komentar
schwalvie rotus and my Brokie! sedang dalam masa pertumbuhan :D

And the answer is…

Diposting oleh Unknown di 20.39 0 komentar
Should i? Dia yang menginginkan untuk berada disisiku saat ini. Aku memang pernah bertanya akan satu hal yang menurutku pantas untuk aku tanyakan langsung padanya. Tuhan, diakah? Aku tak sejauh ini memikirkan hal itu. Semua terbesit hanya dalam fikiran. Bukan dari hatiku. Jika ini permintaan dan jalan langsung darimu, tak ada kuasa untukku menolak. Namun, dia terlalu jauh bagiku. Tak pernah ada diantara kami saling menatap. Belum pernah kulihat ketulusan yang tertera langsung dari matanya. Semua hanya terucap dibibir. Dan kudengar hanya dengan telinga, bukan hatiku. Jujur, aku ingin kalau diriku juga menginginkannya. Tapi hati ini belum, atau tidak mampu menghadapinya. Hati dan fikiran ini terlalu penuh dengan tanda Tanya. Logika ini terlalu sempit untuk menghadapinya. Tuhan, sekali lagi aku bertanya…. Benarkah dia? Engkau belum menjawab semua yang kutanyakan. Apa Jawabanmu Tuhan??

Senja

Diposting oleh Unknown di 20.35 0 komentar
Senja ini begitu kelam. Senja ini begitu pudar. Tak ada jingga sejauh mata memandang. Tak ada arakkan burung untuk kembali ke sangkar. Pertanda hujan akan turun, rintik air mulai membasahi setiap sisi tubuhku yang tak terlindung. Kakiku terus melangkah menuju perarakkan setiap khalayak. Berdiri, berjalan diantara mereka. Ku tatap satu persatu mereka yang menarik perhatianku. Mereka menatapku dengan tatapan yang sama. Aneh? Mungkin itu yang terbesit dalam benak mereka. Masa bodo dengan semua itu. Senja ini menyakitiku, apa mauku, apa mau mereka? Semua tak pernah dalam satu pemahaman. Senja ini terlalu membosankan. Setiap perputaran, kenapa pada sisi yang sama? Ini tidak berbicara tentang roda kehidupan. Ini jauh dari sekedar hidup yang pastinya tidak selalu diatas dan tidak selalu dibawah.
Diposting oleh Unknown di 20.33 0 komentar
memandanginya semakin membuatku sangat ingin pergi kesana. you! Paris.. i'll come to you memenuhi undanganmu, dan menanti tiap kejutan yang akan dan pastinya kau berikan padaku
Diposting oleh Unknown di 20.27 0 komentar
iv dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on">
is it beautiful view? YES OF COURSE!!!!!

Rabu, 12 Desember 2012

… … … (part…)

Diposting oleh Unknown di 04.39 0 komentar
Dua mata saling bertemu di sore berlangit jingga. Disentuh lembutnya hembusan angin sore yang mengajak diri untuk menorehkan senyum. Dirinya, hanya terpaku menatapku. Tangannya terangkat, mengajakku untuk ikut bersamanya. Dalam dekapan hangat, tangannya melingkar dipinggangku. Merasa hanya aku, dan dia meminta hanya aku yang jadi miliknya. Matanya bertemu lagi denganku. Hanya diam. Tak berkata. Dia kembali melihat kedepan., tertuju pada pandangan luas yang tak terarah. Seolah bertanya, “kau mau aku ajak kemana?” Dirinyalah saat ini, aku terbuai olehnya untuk tergabung dalam alunan melodi sebuah romantisme. Akulah sang audiens pembawa cerita indah dari dirinya, dia sang conductor dan aku pendengar yang baik dari simfoni yang dia ciptakan dari dunianya. Sang maestro yang memberikan inspirasi bagi pencintanya. Pembawa pesan percintaan yang tak akan pernah bosan dan beralih. Aku disini yang menantinya dari jutaan karakter manusia tak terduga. Tak sengaja bertemu hati dengannya. Menunggu satu ungkapan dari sang Pencipta.

Paris, I’ll go there !!!

Diposting oleh Unknown di 04.35 0 komentar
Kau begitu memikatku. Bukan karena kau kota romantis, bukan karena kau kiblat mode fashion di dunia Bukan pula karena kau menjadi tempat bagi seniman berkarakter Kau seperti mengundangku untuk mendatangimu. Kau seperti ingin memberikanku sesuatu, kejutan yang selama ini tak pernah atau bahkan terfikir untuk ku ingini. Aku tak begitu banyak tau tentangmu. Aku hanya bisa berucap, “J T’aime” hanya itu yang aku tau dari bahasamu. Aku hanya tau sang Eiffel dan escargot. Aku buta pengetahuan akan dirimu. Tapi sekali lagi, kau membuatku menjadikanmu sebagai impianku. Aku selalu mengutarakan kepada orang-orang. Bahwa aku memiliki mimpi besar untuk mendatangimu suatu saat nanti. Entah seperti latahan, kini semua orang disekitarku juga memiliki mimpi yang sama untuk mendatangimu. Apa kau seakan mengundang mereka semua?? Aku tak pernah ingin tau apa alasan mereka juga ingin mendatangimu. Aku hanya ingin membenarkan udanganmu untuk mengunjungimu suatu hari nanti. Akan aku ajak keluargaku, dan satu orang yang akan mendampingiku untuk bisa berjalan bersama menikmati keindahan yang ada pada dirimu. Kau tau? Sudah ada satu orang yang ingin sekali aku ajak untuk menemuimu. Aku ingin tinggal diatasmu dan membangun kehidupanku disana. Apakah kau tau, dia yang benar-benar akan menemaniku saat aku menemuimu nanti? Saat ini aku hanya mengamini semua yang ingin dia lakukan. Termasuk saat ingin menemaniku nanti  Kau tau lagi?? Kau begitu menakjubkan untuk dijadikan sebuah mimpi. Kau, adalah hal yang tak mungkin. Tapi dari keyakinan seperti itu aku anggap semua yang hanya bisa bermimpi untuk mendatangimu yang benar-benar akan memenuhi undanganmu. Entah kenapa aku begitu yakin, aku akan memenuhi undanganmu. Benarkah itu akan terjadi? Berjalan kaki disepanjang pinggiran sungai, duduk di kursi di bawah pohon ceri yang mulai berbunga. Atau menikmati makan siang dipinggir danau buatan. Mengunjungi sang Eiffel pada malam hari, atau mencoba berjualan bunga khas darimu dengan gerobak cantik berwarna dasar putih. Semua itu sudah terbayang jelas dalam fikiranku. Mengambil gambar dari sudut kotamu, dengan kamera yang aku beli dengan jeri payahku. Untuk mengabadikan setiap detik kenangan indahku saat memenuhi undanganmu. Kenapa aku begitu memujamu? Jika aku meyakininya, akankah aku benar-benar datang? Semua cerita indah itu akan aku tulis disini, dan kembali dimana saat aku masih memegang undangan itu

Biar?kan?

Diposting oleh Unknown di 04.33 0 komentar
dulu dia yang berjalan dibelakangku, dan dia mencoba menyamakan langkah dan berjalan disampingku. Ketika langkah kita hampir sama, dia berlari jauh meninggalkanku. Aku berusaha mengejarnya dengan berlari. Tapi entah kenapa kaki ini sudah enggan melangkah untuk mengejarnya. Dia sudah terlalu jauh meninggalkanku. Meninggalkan sebuah komitmen yang hampir tercipta dari langkah yang sama. Aku tak sanggup memintanya kembali dan menyamakan langkah denganku kembali. Aku tak ingin menghancurkan langkah yang sudah sejauh ini dia tempuh. Tapi diri ini tak bisa berhenti menganggapnya telah menghianati. Semua yang pernah diutarakan, saat langkah ini sengaja aku samakan dengannya. Saat aku telah mengizinkannya untuk berjalan disampingku. Semua itu begitu membuatku ingin dia kembali. Semua kesediaanku untuk menerimanya hadir disampingku sebagai seorang yang aku ingini. Sekarang.. tak mungkin.

Minggu, 09 Desember 2012

WISH???

Diposting oleh Unknown di 05.23 0 komentar
Hujan terus turun beberapa hari ini. Air menetes dari ujung genting, hawa dingin, jendela berembun dan aku menatapnya. Begitu kelabu. Ke… la… bu… hanya itu yang tergambar. Dinginnya udara menembus pori-pori kulit tak kupedulikan. Tersadar dari tatapan kosongku yang terpaku menatap jendela.
Tuhan, sesulit inikah? Semua menjadi tidak begitu jelas. Hanya sebuah fatamorgana ditengah gurun pasir yang memberikan harapan kosong. Kaki ini sudah tak sanggup melangkah. Otak ini sudah tak habis fikir. Hati ini sudah begitu tercabik. Dan air mata ini sudah tak mampu lagi mengobati segala lara. Ketika Engkau menetapkannya, aku berusaha menerima dengan begitu senang hati. Tapi memang hidup itu bagai siklus yang melingkar. Kita tak selalu diatas, dan tak selalu dibawah. Aku tak pernah memintanya, tapi Engkau memintaku untuk menerima dan menjalaninya.
Mungkin, atau memang benar aku terlalu memuja dan terlewat bahagia. Otak ini berfikir terlalu jauh, sehingga tak ada lagi logika. Ketika Engkau sudah menganggapku tak ada rasa syukur, Engkau mengambilnya. Jauh… dari jangkauanku. Aku tersentak tak tau harus apa ya Tuhan. Menganggapnya tak ada.. sangat tidak mungkin. Isi kepala ini selalu membuatku menyisihkan waktu untuk berfikir seolah aku harus memikirkannya lagi..lagi dan lagi.
Hujan kembali deras… kaca itu semakin berembun..dingin itu semakin menusuk… dan suasana semakin kelabu..
Aku tak menemukan setitik cahayapun dari ini semua. Saat aku sudah memantapkan diri, aku selalu kembali pada titik yang sama. Aku menganggap aku sebagai yang “NOL BESAR” dalam hal ini. Mengapa tak semudah mengobati luka sayatan di jari dalam melupakan hal ini. Aku tak meminta pertanggungjawaban apapun dan dari dari siapapun. Aku tak meminta pengganti. Aku hanya ingin meyakini, bahwa Engkau selalu menatapku.
Tuhan, benarkah semua rasa itu berasal darimu? Mengapa aku jadi hambaMu yang tak sabaran dalam menanti setiap takdir yang telah Engkau persiapkan untukku? Aku tak ingin menerka-nerka. Aku tak ingin terus berharap, karena tak ada yang ingin mengharapkan kesedihan yang terus berlanjut. Karena berharap itu berbeda dengan mimpi.
 

prameswari's Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos