Rabu, 12 Desember 2012
Paris, I’ll go there !!!
Kau begitu memikatku.
Bukan karena kau kota romantis, bukan karena kau kiblat mode fashion di dunia
Bukan pula karena kau menjadi tempat bagi seniman berkarakter
Kau seperti mengundangku untuk mendatangimu. Kau seperti ingin memberikanku sesuatu, kejutan yang selama ini tak pernah atau bahkan terfikir untuk ku ingini.
Aku tak begitu banyak tau tentangmu. Aku hanya bisa berucap, “J T’aime” hanya itu yang aku tau dari bahasamu. Aku hanya tau sang Eiffel dan escargot. Aku buta pengetahuan akan dirimu.
Tapi sekali lagi, kau membuatku menjadikanmu sebagai impianku. Aku selalu mengutarakan kepada orang-orang. Bahwa aku memiliki mimpi besar untuk mendatangimu suatu saat nanti. Entah seperti latahan, kini semua orang disekitarku juga memiliki mimpi yang sama untuk mendatangimu. Apa kau seakan mengundang mereka semua??
Aku tak pernah ingin tau apa alasan mereka juga ingin mendatangimu. Aku hanya ingin membenarkan udanganmu untuk mengunjungimu suatu hari nanti. Akan aku ajak keluargaku, dan satu orang yang akan mendampingiku untuk bisa berjalan bersama menikmati keindahan yang ada pada dirimu.
Kau tau? Sudah ada satu orang yang ingin sekali aku ajak untuk menemuimu. Aku ingin tinggal diatasmu dan membangun kehidupanku disana. Apakah kau tau, dia yang benar-benar akan menemaniku saat aku menemuimu nanti? Saat ini aku hanya mengamini semua yang ingin dia lakukan. Termasuk saat ingin menemaniku nanti
Kau tau lagi?? Kau begitu menakjubkan untuk dijadikan sebuah mimpi.
Kau, adalah hal yang tak mungkin. Tapi dari keyakinan seperti itu aku anggap semua yang hanya bisa bermimpi untuk mendatangimu yang benar-benar akan memenuhi undanganmu.
Entah kenapa aku begitu yakin, aku akan memenuhi undanganmu. Benarkah itu akan terjadi?
Berjalan kaki disepanjang pinggiran sungai, duduk di kursi di bawah pohon ceri yang mulai berbunga. Atau menikmati makan siang dipinggir danau buatan. Mengunjungi sang Eiffel pada malam hari, atau mencoba berjualan bunga khas darimu dengan gerobak cantik berwarna dasar putih.
Semua itu sudah terbayang jelas dalam fikiranku. Mengambil gambar dari sudut kotamu, dengan kamera yang aku beli dengan jeri payahku. Untuk mengabadikan setiap detik kenangan indahku saat memenuhi undanganmu.
Kenapa aku begitu memujamu? Jika aku meyakininya, akankah aku benar-benar datang?
Semua cerita indah itu akan aku tulis disini, dan kembali dimana saat aku masih memegang undangan itu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar