Rabu, 12 Desember 2012
… … … (part…)
Dua mata saling bertemu di sore berlangit jingga. Disentuh lembutnya hembusan angin sore yang mengajak diri untuk menorehkan senyum. Dirinya, hanya terpaku menatapku. Tangannya terangkat, mengajakku untuk ikut bersamanya. Dalam dekapan hangat, tangannya melingkar dipinggangku. Merasa hanya aku, dan dia meminta hanya aku yang jadi miliknya. Matanya bertemu lagi denganku. Hanya diam. Tak berkata. Dia kembali melihat kedepan., tertuju pada pandangan luas yang tak terarah. Seolah bertanya, “kau mau aku ajak kemana?”
Dirinyalah saat ini, aku terbuai olehnya untuk tergabung dalam alunan melodi sebuah romantisme.
Akulah sang audiens pembawa cerita indah dari dirinya, dia sang conductor dan aku pendengar yang baik dari simfoni yang dia ciptakan dari dunianya. Sang maestro yang memberikan inspirasi bagi pencintanya.
Pembawa pesan percintaan yang tak akan pernah bosan dan beralih. Aku disini yang menantinya dari jutaan karakter manusia tak terduga. Tak sengaja bertemu hati dengannya. Menunggu satu ungkapan dari sang Pencipta.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar