Selasa, 25 Desember 2012
Senja
Senja ini begitu kelam. Senja ini begitu pudar. Tak ada jingga sejauh mata memandang. Tak ada arakkan burung untuk kembali ke sangkar. Pertanda hujan akan turun, rintik air mulai membasahi setiap sisi tubuhku yang tak terlindung.
Kakiku terus melangkah menuju perarakkan setiap khalayak. Berdiri, berjalan diantara mereka. Ku tatap satu persatu mereka yang menarik perhatianku. Mereka menatapku dengan tatapan yang sama. Aneh? Mungkin itu yang terbesit dalam benak mereka. Masa bodo dengan semua itu.
Senja ini menyakitiku, apa mauku, apa mau mereka? Semua tak pernah dalam satu pemahaman.
Senja ini terlalu membosankan. Setiap perputaran, kenapa pada sisi yang sama? Ini tidak berbicara tentang roda kehidupan. Ini jauh dari sekedar hidup yang pastinya tidak selalu diatas dan tidak selalu dibawah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar